Ngeliat postingan terakhir tahun 2013, wow betapa ga keurusnya ini blog. tahun itu waktu lagi sibuk2nya ngejar skripsi yg gak kelar2 padahal dah mau 6tahun kuliah. Bagi sebagian orang rasanya waktu 6tahun kuliah itu kelamaan, ada rasa malu juga waktu itu,tapi sekarang setelah hampir 2tahun berlalu (wisuda 2014), justru menyadari semuanya selalu ontime. waktu Tuhan selalu on time, selalu indah pada waktuNya, classic sih kedengerannya tapi ya begitu adanya.
Sekarang Mei 2016, siapa yang menyangka saya ada di fusheng,China? mimpi,berpikir sedikit pun rasanya ga pernah. memang sih saya sudah punya passport dari tahun 2012, tapi cuma buat karena ikut2an temen waktu itu. Ngomongnya sih waktu itu "kita harus visioner,punya mimpi untuk keluar negeri". Agak sedikit berlebihan sih emang, niatnya cuma pengen liburan,ternyata Tuhan berkata lain,sekarang saya harus menjalani pendidikan di negeri tirai bambu. Kembali ke masalah on time, setelah lulus pun saya ga langsung dapat pekerjaan,malang melintang,ngerjain tes kertas koran dengan angka2 hampir 10kali, akhirnya Tuhan ijinkan dapat pekerjaan yang memberikan fasilitas untuk bisa mengikuti training ke China. Walau ga serta merta semuanya sesuai dengan yg saya bayangkan sebelumnya, tetap perjalanan ini memberikan pengalaman tersendiri buatku. Ketika mengalami kesulitan di sini, saya bisa mengilas balik kehidupan yang lalu,bagaimana susahnya lulus,berjuang mencari pekerjaan, dan yg keluar hanyalah ucapan syukur.
kesimpulan: setiap orang punya masanya sendiri, jgn merasa semua sudah terlalu lambat, semuanya akan tiba on time. dont worry about time, just do your part!
Yudha Prawira
Blog ini berisi tulisan tulisan ringan saya yang mungkin hanya sekedar coretan coretan di waktu senggang, berbagi pengalaman atau diskusi tentang sesuatu kuanggap menarik untuk didiskusikan.
Minggu, 29 Mei 2016
Selasa, 18 Juni 2013
Mahasiswa Berbagi Ilmu
Anda Mahasiswa atau
Pekerja lepas yang ingin mendapatkan pendapatan tambahan???
Saat yang tepat untuk anda memulai
usaha sampingan atau bahkan bisa menambah nilai usaha yang anda punya sekarang,
khususnya dalam hal operating system BLACKBERRY!!
Blackberry adalah gadget/handphone
yang memiliki operating system di dalamnya, dan RIM sebagai pihak penyedia
telah beberapa kali memperbarui OS untuk BB ini. Namun kendalanya adalah OS
yang sudah jadul atau aplikasi yg crach dalam BB kita membuat kinerja BB
menjadi lemot, salah satu solusinya adalah “Install
Ulang OS”. OS yg saya maksud adalah OS official resmi dari RIM, bkn yang
lain.
Saya menawarkan kerja sama menarik,
yakni paket belajar uprade dan downgrade
OS Blackberry. Tawaran saya cukup menarik, karena saya sendiri menjalankan
usaha ini kurang lebih 2.5 tahun, saya menjalani profesi sebagai “tukang”
upgrade/install OS BB panggilan hehe. Dengan hanya bermodalkan laptop, jaringan
internet (modem) serta hardisk saya melayani jasa instalasi OS BB berdasarkan
kebutuhan. Dengan media online seperti FB, twitter, Blog saya memasarkan jasa
saya, dan ternyata mujarab!!, dimulai dari teman-teman terdekat, hingga orang2
yg tdk sy kenal membutuhkan jasa saya. Dalam seminggu saya bisa menginstall
10-12 BB, yang mana tarif yg saya kenakan 100 ribu per orang, itu pendapatan
saya 1 minggu, tanpa perlu memiliki counter dan hanya berkeliling, tapi ya
skali lg itu tergantung seberapa getol anda promosi, baik lewat medsos maupun
ke teman-teman anda, hehe.
Fakta:
- Buat yang sudah mengerti, terutama org IT install BB merupakan hal mudah, tetapi yang tidak mengerti, tentu hal yang sangat susah
- Rata-rata pengguna BB males dateng ke tempat service (bisa jd tidak pny waktu), nah ini kelebihan utk yg mau jadi tkg install keliling spt saya hehe
- Biasanya di counter-counter tempat upgrade harganya relative mahal, 125-150 ribuan per install. Anda bs pasang tarif lebih murah dari itu, tp keuntungan ttp di tangan anda.
Siapa saja yang bisa
ikutan paket ini?
Semua orang bisa gan,dmnpun anda,
asal punya waktu, janjian sm klien di rumahnya atau di foodcourt sepulang
kerja, its okay. Terutama utk agan2 yang sudah memiliki counter2 pulsa, anda
bisa mendaptkan tambahan dengan jasa install/upgrade OS ini.
Syaratnya apa?
Modalnya sm ky saya, laptop atau PC
bagi yg memiliki counter, kabel usb BB,sm niat dan doa aja bro..
Paket tsb berisikan:
- Penjelasan mengenai cara-cara wipe,instalasi OS, disertai screen shoot secara jelas. Menggunakan cara paling simple, gak akan mmbuat anda bingung.
- Software-software (senjata perang) yang dibutuhkan untuk instalasi
- 1 buah ID untuk masuk forum tempat mendownload macam-macam OS official Blackberry secara free
- Koleksi OS official milik saya, ada lebih dari 10 Type BB, Os terbaru untuk masig-masing type.
Sampe dengan saat ini, saya sedang
menyelesaikan materi dari cara menginstall OS BB ini, pengerjaan sudah mencapai
60%, tapi sampai sekarang saya belum tau akan memberikan harga berapa untuk
paket belajar saya ini. Karena niat saya adalah untuk menolong temen-temen
mahasiswa terutama, dan pekerja freelanca maupun anak sekolah, maka saya
kembalikan ke temen-temen, kira2 berapa harga yang sesuai untuk paket saya ini?
Dengan asumsi, saya memberikan agan cara untuk cari uang, tentu saja sudah
sewajarnya jg agan menghargai usaha saya dengan harga yg tepat :)
ehehe
Bisnis sederhana hasil melimpah!!
Bagi yang berminat, dapat segera
mention saya ke @juddhaa, dan berikan juga pendapat kira2 harga berapa yg agan
inginkan?
Anggap saja saya sedang melakukan
survey
Mohon bantuannya ya gan :)
Minggu, 17 Juni 2012
Membangun Kembali Komunitas Muda
Membangun Kembali Komunitas Muda
Berada dalam suatu komunitas yang
sepertinya semakin hari semakin lesu, memberikan dampak yang sangat signifikan,
baik itu dari segi jumlah anggota yang ada, begitupun juga dengan kegairahan
yang ada. Kesemuanya seperti sebuah blackhole yang menyedot habis bedna-benda
yang ada di sekitarnya. Melihat setiap minggu, semakin banyak kursi kosong
adalah peristiwa paling tragis yang harus saya hadapi. Namun, terus terang hal
itu membuat saya intropeksi diri, saya tidak ingin menyalahkan siapapun. Tidak
ada yang paling salah ataupun yang paling benar untuk hal ini. Beberapa orang
sangat bekerja keras, sebagian cukup bekerja keras, sementara yang lain mungkin
acuh tak acuh. Tidak ada yang salah kesemuanya, hanya persoalan hati nurani
masing-masing dan kerinduan yang Tuhan tanamkan dalam benak mereka
masing-masing. Saya sendiri terlibat di dalamnya, dan saya akui
sejujur-jujurnya, “Aku belum maksimal”. Tanpa mengecilkan peran serta
teman-teman yang lain, saya berpikir bahwa saya salah. Pagi ini saya berdoa, dan merenung, mengapa begitu susah
membawa kembali komunitas yang dahulu dikatakan “berjaya”, untuk tetap dalam
konsistensinya? Apa yang salah?
Terngiang sebuah motto, yang cukup
sering digaungkan oleh seseorang, “Bukan
soal benar atau salah, tetapi respon”. Ya respon! Bukan pembenaran diri
sendiri, ataupun tuduhan yang seperti mempersalahkan orang lain, tapi respon.
Bukan hanya respon dari sebuah permasalahan yang tampak menyeruak, tapi
keseluruhan masalah yang ada. Saya mencoba membayangkan ketika saya melihat
sebuah peta dengan menggunakan kaca pembesar, terus memandangi peta untuk
menemukan tempat tujuan saya dengan menggunakan kaca pembesar membuat pandangan
saya terbatas. Suatu saat mungkin saja saya menemukan tempat yang ingin saya
tuju, di dalam peta tsb, namun mata saya menjadi begitu lelah dan tentu saja
saya hanya akan menemukan 2 atau maksimal 3 rute jalan untuk menuju ke tempat
tujuan, dari tempat di mana saya berada saat ini. Suatu waktu kita harus
menyingkirkan ‘kaca pembesar’ untuk kita bisa melihat peta tersebut secara
lebih ‘zoom out’. Bukan hanya agar mata kita tidak menjadi lelah, tetapi alternative
rute jalan yang hendak kita pilih pun akan beragam.
“Peta” dan tempat tujuan berbicara
mengenai keinginan Allah dalam suatu komunitas. Tuhan meletakkan gambaran dan destiny
Nya, bagi keberlangsungan suatu komunitas yang berkenan dan menyenangkan
hatiNya. Sementara kaca pembesar menggambarkan bagaimana ego pribadi
masing-masing yang masih timbul, mencoba merealisasikan keinginan diri sendiri,
padahal itu adalah komunitas milik Allah. Hal itu seringkali hanya membuat kita
menjadi lelah, dan bukan tidak mungkin juga menjadi stagnan ketika tidak
berhasil menemukan tujuan yang dimaksud. Hanya dengan membuang ego dan
melakukan “zoom out”, yang berarti merendahkan diri agar peta dapat dilihat
secara bersama-sama (tim), tujuan dapat kita temukan dan mungkin saja malah
banyak sekali alternative jalan yang bisa kita ambil, pada poin itu kita
temukan “kreatifitas”.
Kira-kira seperti itu
pemikiran yang saya dapat pagi ini, mengalir begitu saja, dan seperti judul
yang saya tuliskan di atas, mengenai membangun kembali, sebelum menulis
bahkan memikirkan judul itu, saya teringat kisah nabi Nehemia. Kisahnya memberi
inspirasi lebih, untuk bukan hanya meratapi reruntuhan yang ada, tapi segera
bangkit dan buat strategi untuk Membangun Kembali. Menyadur dari buku “The Purpose
Driven Life”, (Rick Warren, hari ke-38), tanpa bermaksud menggurui saya
menemukan poin-poin menarik yang bisa kita aplikasikan bersama untuk membangun
kembali, yaa its time to reborn!
1. Berubahlah dari pola pikir yang
berpusat pada diri sendiri ke pola pikir yang berpusat pada orang lain.
Berhenti berpikir seperti
anak-anak, yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri; berpikirlah seperti
orang dewasa.
2. Berubah dari pola pikir lokal ke pola
pikir global
Think BIGGER, and trust
God will help
3. Berhenti membahas dan terus
berdiskusi, just do it!
Terlalu lama membahas dan
berdiskusi, hanya memberi waktu untuk timbulnya alasan-alasan yang melemahkan (pessimistic)
4. Berubah dari pola pikir waktu
sekarang ke pola pikir kekal
Jangan memikirkan yang
terlihat sekarang, tetapi imani yang akan datang. The BEST is yet to COME!
5. Berubah dari pola pikir mencari-cari alasan
ke pola pikir mencari cara-cara kreatif
Daripada mencari
alasan-alasan, ubah kebiasaan itu untuk mencari solusi dengan cara-cara baru
dan unik, Pemimpin harus kreatif!
6. Gunakan mammon yang tidak jujur, untuk
mengikat persahabatan yang kekal (korbankan uang untuk bisa menjalin keakraban
dengan orang lain)
# Tidak ada terlalu muda atau terlalu
tua untuk menjadi agen2 kerajaan Allah
# Orang-orang mungkin menolak kasih
kita atau pesan kita, tetapi mereka tidak berdaya terhadap doa-doa kita
Senin, 09 Januari 2012
Mengenai hidup
Kadang kita gak pernah tau apa yang baik dan yang terbaik buat kehidupan ini, bahkan untuk sebuah rencana yang sudah direncanakan begitu matang masih saja dapat gagal, atau bahkan menjadi mengalir begitu saja seperti tanpa tujuan, hidup menjadi membosankan. Orang bilang mungkin dgan mencoba melakukan hal2 yang agk sedikit gila bisa membuat anda terlepas dari kepenatan yang ada, atau ada yg bilang, cinta bisa mengobati itu semua, atau bagi yg begitu rohani blg, mendekatkan diri pd Tuhan kunci satu2nya. Memang gk ada yg salah, semuanya hanya perkara tujuan hidup yg sbnarnya. Kalau semua mmg bs dikejar dan membuat hidup ini lebih berarti, why not? selama ada batasan2 yang masih masuk dalam logika berpikir, atau sesuai ketaatan kpd Tuhan, rasanya sah2 aja.
Minggu, 13 November 2011
Mengenal Tuhan
Hari ini aku mendapatkan suatu pengertian yang lebih dalam lagi mengenai apa itu "Mengenal Tuhan". Setiap dari kita mungkin dapat mengatakan "aku kenal Tuhan", pertanyaannya kenalkah Tuhan dengan saudara?? Lantas apa tolak ukur yang dapat menunjukkan pengenalan itu sendiri?? Seperti apa orang yang dikatakan mengenal Tuhan? Menilik dari kata 'mengenal' di dalamnya tentu saja ada yang namanya 'interaksi'. Bagaimana mungkin kita mengenal seseorang jika kita tidak pernah berinteraksi dengan org tsb? Interaksi, kontak langsung dan komunikasi dibutuhkan untuk menjalin sebuah hubungan untuk mencapai tahap 'mengenal' itu sendiri. Bagaimana cara kita melakukan ketiga hal di atas (interaksi;kontak;komunikasi) akan menentukan seberapa 'mengenal' nya kita terhadap pribadi seseorang. Dalam hal ini kita dapat ambil contoh sebuah pernikahan, seseorang yang mau memasuki pelaminan tentu sudah mengenal betul pasangannya, mungkin hanya pada jaman siti nurbaya (*perjodohan) yang tidak terjadi proses mengenal dengan baik.
Kembali ke pengenalan akan Tuhan, kita membutuhkan interaksi secara langsung Tuhan. Melalui apa? ya, benar, DOA. tapi doa yang seperti apa?? Idealnya sebuah hubungan adalah ketika hubungan itu menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi kedua belah pihak. Bayangkan bgmn perasaan Tuhan kalau kita datang hanya dengan segala keluhan-keluhan kita, atau hanya waktu membutuhkan sesuatu?? TIDAK, bukan yang seperti itu yang Tuhan mau, Untuk mencapai kata 'mengenal' dibutuhkan interaksi yang terus menerus, bkn hanya seminggu sekali, sebulan sekali, atau parahnya lagi setahun sekali seperti waktu natal :D. Interaksi yang terus menerus, setiap hari, kita tentu perlu menyediakan waktu. Seringkali banyak org berkata, "gak ada waktu utk berdoa, sy terlalu sibuk, kerjaan saya banyak'', setelah dipikir2, cukup mengherankan, karena mungkin mereka tanpa sadar menggunakan waktunya setengah jam sehari untuk menonton televisi, mnggunakan waktunya 1 jam sehari untuk sekedar chatting dgn teman, 1 jam sehari untuk browsing hal2 yang sebenrnya kurang penting. Lantas knp tidak gunakan itu untuk berinteraksi dengan Tuhan? Kalau memang itu menjadi suatu kesukaran, bgmn solusinya??
Salah satu solusinya ialah, kita harus dapat mengambil komitmen untuk mau dan berusaha menjadikan Tuhan sebagai PRIORITAS dalam hidup. Aku ingat waktu saya menjadikan olahraga sebagai prioritas, setiap hari saya mengambil komitmen HARUS jogging, +berenang 2 kali seminggu, +futsal 1 kali seminggu, secara terus menerus kulakukan, dan ternyata aku bisa. Selama belum ada gempa bumi dan hujan badai, gangguan2 yg masih sepele bisa kok saya abaikan. Jadi tindakan pertama yang bisa kita lakukan bersama ialah menjadikan Tuhan sebagai PRIORITAS. Interaksi,kontak, dan komunikasi yang terus menerus tadi akan menumbuhkan yang namanya "KASIH". Sama hal nya seperti pepatah jawa yang mngatakan "Trisno jalarane seko kulino" yg artinya cinta atau kasih itu datang karena terbiasa. 'Terbiasa' disitu maksudnya terus menerus. Proses interaksi,kontak,komunikasi yang terus menerus menimbulkan kasih. Ketika kita sudah sampai pada tahap itu, maka interaksi dalam proses mengenal itu menjadi suatu kebutuhan buat kita. Sama halnya seperti 2 insan yang sedang memadu kasih, mereka bertemu setiap hari, komunikasi setiap hari, baru ketemu eh sampai rumah udah telpon lagi, kita yang melihatnya mungkin itu suatu hal yang berlebihan. Tapi bagi mereka?? kadang sempet bertnya2 ''apa gak bosen kygitu terus?'' Nyatanya jawabannya tidak. Itulah 'kasih', bahkan mungkin waktu mereka bertemu, tidak perlu saling berbicara banyak, hanya saling menatap dan senyum2 sendiri, rasanya itu sudah membuat mereka puas dan lega. (*yg dimaksudkan bkn penulis,penulis jomblo kok :p)
Hal ke-2 yang tidak kalah pentingnya ialah DISIPLIN. Disiplin merupakan tools untuk menjaga PRIORITAS tetap berjalan sebagaimana mestinya. Mendisiplinkan diri untuk terus menerus berinteraksi dengan Tuhan dalam proses pengenalan akan Tuhan, akan membuat kita tetap pada trek yang benar. Dalam Kejadian 5 ayatnya yg ke 21-24 dikatakan bahwa Henokh bergaul karib dengan Allah semasa hidupnya. Dapat kita cermati pada beberapa pasal sebelumnnya, bahwa pada masa itu manusia mengalami krisis "pengenalan" akan Tuhan. Hanya Henokh yang disebutkan "bergaul dengan Allah'. Mungkin Henokh bukan dicatat sebagai orang yang hebat pada jamannya, dia bkn pembuat mujizat, dia bukan penyebar injil, tapi namanya tercatat sebagai orang yang "bergaul dengan Allah", dan Tuhan senang akan hal itu, karena pengenalan akan Tuhan jauh lebih berharga daripada korban sembelihan.
Saya mau belajar dari kisah Henokh, mungkin saya gbs jadi orang hebat yang dikenal bnyak orang, gbs jadi org tersukses, tapi setidaknya saat tiba waktunya, Tuhan berkata "ya kamu anakKu". Itu jauh lebih indah dari sekedar kesuksesan hidup. Pengenalan akan Dia melebihi apapun, aku boleh kehilangan apapun juga dalam hidup, asalkan aku hidup terus bersama-sama dengan Dia. Amin!
Senin, 11 Juli 2011
KEPRIBADIAN = = = = = > > > > > KESUKSESAN
Berbicara mengenai kesuksesan, tentu akan muncul pengertian dan pemahaman yang beragam dalam otak masing-masing orang. Semuanya tergantung dari sudut mana penilaian tersebut dilakukan. Tidak ada dasar yang dapat menjadi patokan untuk menilai arti dari sebuah kesuksesan. Terlalu dangkal rasanya jika kesuksesan itu hanya ditilik dari seberapa banyak uang yang dimiliki. Bagaimana dengan kesejahteraan mental dan rohani? Mempunyai uang yang banyak, tetapi harus setiap hari berada di bawah tekanan? Jika saya orang yang seperti itu, saya akan merasa iri kepada petani di desa yang mungkin kerjanya hanya mengurus sawah milik orang, tetapi ada senyuman di wajahnya. Menikmati makan siang di gubuk bambu di tengah sawah bersama istri dan anak-anaknya yang masih mengenakan seragam sekolahnya, tanda baru saja menyelesaikan belajarnya di sekolah hari itu. Hal tersebut dapat dikatakan sukses, ketika seluruh anggota keluarga dapat berkumpul bersama, menikmati makanan yang mungkin dikatakan mewah pun tidak, tetapi semuanya bersukacita, bercanda gurau, tanpa ada ketegangan atau hal-hal yang terlalu serius yang hanya akan menimbulkan guratan-guratan urat di kepala kita. Memang tidak ada takaran yang pasti untuk menunjukkan seberapa sukses kita, atau seberapa sukses orang lain.
Kesuksesan tentu tidak akan tercapai, tanpa adanya kerja keras. Tentu ada harga yang harus dibayar untuk mencapai sebuah kesuksesan. Lantas adakah korelasi antara kesuksesan itu sendiri dengan kepribadian seseorang? Banyak buku dan tulisan-tulisan yang mengidentifikasi kesuksesan seseorang dari kepribadian dan perilakunya. Misalnya saja, hal sepele yang cukup sering kita temui adalah ketika berjabat tangan dengan seorang pengusaha, pengusaha itu akan menjabat tangan anda yang notabene rekan kerjanya dengan jabatan yang kuat, menunjukkan adanya kemantapan hati, kepercayaan diri yang tinggi dan keyakinan yang besar. Berbeda dengan orang-orang yang ketika berjabatan tangan, seakan-akan malu, ragu atau mungkin sungkan. Berjabatan tangan memiliki pengertian "saling" menjabat, bukannya memberikan tangan kita untuk "dijabat". Begitu pula dengan orang yang cara berjalannya tegak, menunjukkan bahwa orang tersebut berkeyakinan diri tinggi. Seringkali hal-hal kecil seperti itu memang dapat menunjukkan bagaimana karakter seseorang. Seorang psikolog tentunya jauh lebih paham, bila dibandingkan dengan saya yang hanya melihat fakta di lapangan.
Hasil survey Stanford Research Institute, Harvard University & Carnegie Foundation menyimpulkan bahwa 15% orang yang sukses dalam hidupnya ditentukan oleh penguasaan pengetahuan dan ketrampilan mengenai profesi. Lantas bagaimana dengan yang 85%? Disebutkan bahwa 85% lainnya sukses karena memiliki kepribadian dan cara hidup yang benar. Hal tersebut menunjukkan bahwa ternyata prestasi seseorang tidak ditentukan oleh faktor pendidikan formal apakah seseorang tersebut sarjana atau bukan sarjana,bukan oleh faktor jenis kelamin apakah seseorang itu laki-laki atau perempuan, bukan oleh ras apakah mereka itu kulit putih atau kulit hitam, dan juga bukan oleh umur apakah diatas 40 tahun atau dibawah 40 tahun. Prestasi seseorang ditentukan oleh kepribadiannya! Bahkan disimpulkan juga bakat yang dibawa sejak lahir hanya berperan sebagai faktor imbuhan saja bagi prestasi seseorang.
Berbicara mengenai kepribadian tentu tidak akan terlepas dari yang namanya SOFT SKILLS. Soft skills adalah seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Soft skills memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif dan kritis, membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait kapasitas kepribadian individu. Sukses di dalam sebuah pekerjaan tidak hanya bergantung kepada rasio dan logika individu tetapi juga kapasitas kemanusiannya. Kepribadian yang dimiliki manusia dapat diibaratkan sebagai bawang merah. Ketika kita mengupas kulit bawang merah, maka kita akan menemukan bagian kulit yg lain,demikian seterusnya. Artinya kepribadian sebagai potensi sesungguhnya sangat banyak dimiliki oleh seseorang. Namun demikian hal tersebut tidaklah tampak, yang tampak atau ditampilkan saat ini adalah sebagian saja dari kepribadian yang dimilikinya. Pengumpamaan bawang merah tersebut lebih menunjukkan bahwa kepribadian dapat dipelajari dan digali. "Attitude is learned, not inherited!" Tidak ada yang namanya bakat menjadi orang baik,bakat menjadi sopan,bakat menjadi rendah hati, kesemuanya adalah proses yang harus ditempuh dan dijalani.
Banyak ditemukan hasil penelitian yang menunjukkan kesuksesan individu dalam bekerja dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian individu. Setelah membaca kalimat di atas, tentu akan segera terngiang di kepala kita 'lantas, karakteristik kepribadian macam apa yang dikatakan dapat membawa kita kepada suatu keberhasilan dan kesuksesan?' Dari banyak teori kepribadian, dapat disimpulkan bahwa orang yang sukses adalah orang yang mempunyai ketahanan Pribadi. Ketahanan pribadi ini ditunjukkan dengan karakter gigih, sistematis, pantang menyerah, motivasi tinggi dan tahan bekerja di bawah tekanan. Selanjutnya, orang tersebut tentu adalah orang yang ramah. Hal tersebut ditandai dengan keterampilan membina hubungan dan komunikasi yang efektif, pandai bergaul, bekerja sama, aktif, mengutamakan kerjasama, atraktif dan asertif , dapat dipercaya dan sopan.
Yang ketiga, memiliki kerendahan hati. Kerendahan hati ditunjukkan dengan sikap yang tidak mau menunjukkan kelebihannya, mudah simpati,hangat dan tidak menyombongkan diri. Kemudian orang itu sudah barang tentu memiliki emosi yang stabil, pembawaan yang tenang dan tidak mudah terombang-ambing. Hal yang terakhir ialah orang tersebut harus memiliki pikiran yang terbuka terhadap pengalaman (openess). Individu dengan tipe ini memiliki daya piker yang imajinatif, kreatif, kritis, menyukai tantangan, anti kemapanan dan memiliki rasa
ingin tahu yang besar.
Dari kelima hal di atas, tidak ada yang lebih penting dari yang lainnya. Kesemuanya memiliki porsi masing-masing. Misalnya keramahan lebih tepat pada pekerjaan yang membutuhkan sifat kooperatif, tipe ramah lebih tepat pada posisi yang membutuhkan hubungan interpersonal (contoh: front office)
Hidup Dari musik??
Dewasa ini terjadi ledakan yang sangat dignifikan di industry musik. Fenomena anak band sudah bukan sesuatu hal yang tabu di jaman ini. Perkembangan musik,yang notabene adalah bahasa universal layaknya ilmu matematika sebagai bahasa dari segala ilmu pengetahuan. Musik sebagai bahasa universal pemersatu bangsa-bangsa, ya kalimat itu sudah tidak asing lagi di telinga kita. musikIndonesia menjadi salah satu negara yang memiliki perkembangan dalam bidang musik pada era ini. Bahkan,jika berbicara tentang keanekaragaman jenis musik yang ada di Indonesia,hal itu tentu tidak terlepas dari jumlah suku bangsa yang dimiliki Indonesia. Tiap-tiap suku tersebut mempunyai berbagai jenis alat-alat musik tradisional. Perpaduan musik modern dengan menggunakan alat musik tradisional menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa bulan yang lalu,Indonesia mengirimkan wakilnya untuk ikut serta dalam acara bertajuk festival musik yang diadakan di alun-alun kota Kairo,Mesir. Indonesia mempersembahkan sajian musik rock yang dikolaborasikan dengan alat musik angklung. Megahnya musik rock dibalut dalam kesederhanaan alunan angklung memberikan keeksotisan tersendiri. Musik memang sesuatu yang mendunia, modernisasi pada aliran-aliran musik yang ada mengundang decak kagum yang tiada habisnya. Namun, sesuatu yang tradisional selalu mempunyai cita rasa yang lebih dan tiada bandingnya. Indonesia sendiri mempunyai musik dangdut yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, musik dengan aura khas melayu diiringi dentuman kendang yang membuat orang ingin bergoyang. Musik dangdut cukup fenomenal, dianggap murahan di negeri sendiri, tetapi mendapat apresiasi di dunia internasional. Hal tersebut menjadi sebuah gambaran bahwa bangsa Indonesia sudah mempunyai ikatan yang cukup kuat dengan yang namanya musik. Belum lagi, jika kita mengamati bersama bahwa begitu banyaknya juga ajang-ajang pencarian bakat yang sudah barang tentu melibatkan yang namanya musik. Ajang-ajang pencarian bakat begitu menggemparkan, menjadikan seseorang sebagai idola di Indonesia. Pesatnya perkembangan musik di Indonesialah yang menjadi salah satu pendorong diadakannya ajang-ajang pencarian bakat. Dimulai dari ajang pencarian bakat menyanyi maupun festival band. Dunia musik hampir selalu dikaitkan dengan dunia hiburan. Menjadi pribadi yang dikenal masyarakat luas, mempunyai banyak penggemar, dan diagung-agungkan tentu menjadi keinginan bagi setiap orang. Sama halnya dengan penyanyi atau grup band yang sudah terkenal, mereka begitu dipuja, menjadi panutan bahkan tak jarang para penggemarnya berteriak histeris seakan-akan bertemu 'Tuhan' nya ketika melihat mereka. Ajang pencarian bakat seperti itu sebenarnya masih menjadi pro dan kontra di kalangan artis profesional. Menjadi bintang hanya dalam waktu sekejap hanyalah seperti buah yang matang dipaksa. Terbukti dari banyaknya jebolan dari ajang-ajang tersebut yang menghilang begitu saja dan tak terdengar lagi namanya. Kebanyakan dari mereka kurang memiliki mental berjuang, sehingga kurang tegar dalam menghadapi setiap benturan yang terjadi dalam dunia hiburan. Dengan tiba-tiba menjadi orang yang dipuja seringkali juga membuat orang menjadi lupa daratan dan tidak jarang justru menjadi rusak hidupnya karena segala kemewahan yang ditawarkan dalam dunia hiburan itu sendiri.
Bagi sebagian orang, ajang pencarian bakat seperti itu memang menjadi sesuatu yang dianggap buruk, tetapi ya seperti itulah dunia hiburan yang intinya adalah menghibur. Ketika masyarakat luas merasa terhibur dan rating acara pencarian bakat tersebut di televisi tinggi, semuanya menjadi sah saja. Tidak ada yang dapat memungkiri hal tersebut. Namun, dunia musik tidak hanya melulu mengenai ketenaran, kesuksesan, kelimpahan, dipuja dan menjadi terkenal. Sama sekali tidak. Ketika suatu karya yang tidak tersentuh sama sekalipun,itu tetaplah sebuah seni, tidak berubah dan tidak akan pernah berubah.
Musik itu sendiri sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Aristoteles, seorang filsuf Yunani termasyur mendeskripsikan bahwa musik mempunyai kemampuan untuk mendamaikan hati gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Dari ide itu juga, maka setiap negara mempunyai lagu kebangsaannya masing-masing.
Lantas bagaimana pandangan orang-orang abad ini bagi 'seseorang' yang berkarya dalam industry musik? Jika kita mundur ke 100 tahun lalu, di Indonesia khususnya, hidup di dunia musik seakan-akan menjadi sesuatu yang hina, yang tidak dapat diandalkan sebagai suatu mata pencaharian. Seseorang yang mempunyai jiwa seni, khususnya musik dicap sebagai orang-orang yang tidak punya masa depan, susah jodoh dan dibenci para mertua. Memasuki tahun millennium hingga saat ini, ketika millennium telah menginjakkan kakinya di tahun yang ke 10, industry musik di Indonesia berkembang sangat pesat, namun yang menyedihkan ialah di era yang telah begitu modern pun, tidak sedikit orang-orang yang berpandangan demikian. Apa salahnya orang mempunyai pikiran untuk mengambil keputusan dan menjejakkan langkah hidupnya dalam dunia musik? Dimana letak kesalahan orang yang berpikir untuk tidak ingin bekerja pada orang lain, melainkan bekerja pada bidang yang dicintainya? Toh mereka sama-sama bekerja. Semua itu bukan perkara uang, bukan pula kehormatan yang diperoleh layaknya seorang pekerja yang baru saja naik jabatan, tetapi sesuatu yang benar-benar dicintai untuk dilakukan, karena pada umumnya apabila kita melakukan sesuatu yang paling kita sukai, walaupun seberat apapun itu, semuanya menjadi terasa ringan sebab kita enjoy dalam melakukannya. Walaupun, memang tidak semua orang berpikir seperti itu. Setiap orang mempunyai bakat dan kesenangannya masing-masing. Bahkan suatu lembaga psikolog di ibukota menawarkan suatu program psikologi khusus sejak anak berusia dini. Seorang anak akan masuk ke dalam suatu ruangan kelas yang di dalamnya terdapat alat musik, mobil-mobilan, komputer dan lain sebagainya. Mainan mobil-mobilan yang berkaitan erat dengan dunia mesin, komputer yang tentunya berhubungan dengan IT, atau bahkan alat musik yang sudah barang tentu berhubungan dengan dunia seni musik. Dengan mengamati kemana anak itu akan bergerak dan memilih benda apa yang menjadi perhatiannya, orang tua dapat mengambil kesimpulan bahwa anak tersebut mempunyai perhatian lebih terhadap benda yang dipilihnya tersebut. Hal tersebut juga mengindikasikan bahwa anak tersebut akan berkembang menjadi seseorang yang hebat dalam bidangnya apabila sejak dini diarahkan untuk menekuni apa yang dipilihnya tersebut. Orang tua yang bijak tentu akan mengarahkan dan mengasah dengan tajam bakat anaknya. Memberi dukungan hingga batas akhir yang dia mampu, member dorongan agar apa yang dipilih dan dilakukan anaknya tersebut tidak menjadi suatu hal yang sia-sia. Sesuatu yang biasa akan menjadi luar biasa ketika ada tempaan dan asahan, sama seperti emas murni yang hanya dapat diperoleh setelah dipanaskan beribu-ribu derajat panasnya.
Dunia musik memang begitu luasnya, baik dari segi profesi yang ada di dalamnya maupun genre-nya. Profesi di bidang musik beraneka ragam, dimulai dari menjadi penulis lagu untuk sebuah film, aransemen lagu untuk album, membentuk band, membuka toko alat-alat musik, studio musik, ataupun penjual kaset. Tidak ada yang salah dari sederetan pekerjaan tersebut. Pekerjaan tersebut tidak melanggar hukum ataupun norma manapun, kecuali tukang bajak kaset yang sering kita temui di alun-alun kota. Maraknya fenomena rental studio musik menjadi salah satu trend di kalangan anak muda yang tentunya memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin mengasah bakatnya bermain musik, tanpa harus membeli dan memiliki alat musik yang notabene harganya cukup mahal. Rental-rental studio musik itu tentu punya andil tersendiri bagi lahirnya musisi-musisi dalam negeri. Mendirikan sebuah studio musik untuk disewakan tentu memerlukan modal yang tidak sedikit, belum lagi alat-alat musiknya berikut sound system, dan pembuatan ruangan kedap suara. Bagaimana dengan yang tidak mempunyai modal besar untuk membuat usaha semacam itu? Menjadi penjaga sebuah studio musik merupakan salah satu alternative bagi yang kurang beruntung dalam masalah modal. Menjaga sebuah studio rental milik orang lain, seperti yang dilakukan oleh Dimas (bukan nama sebenarnya). Pekerjaan itulah yang dapat diandalkannya untuk menghidupi keluarga. Apakah hidupnya kekurangan? Tidak. Seorang lulusan sma ini bukan hanya menjadi penjaga sebuah studio rental, tetapi dia juga memiliki keahlian khusus. Kecintaannya terhadap musik membuat dia gigih berjuang, keterbatasan biaya tidak menjadi halangan untuknya. Mengikuti sekolah mixing audio via internet menjadi salah satu pilihan. Hasilnya tidaklah nihil, dia seringkali diundang untuk mengikuti training gratis di Jakarta. Di jaman yang serba cepat ini, informasi begitu mudahnya untuk diperoleh. Hal itu tentu saja menjadi salah satu jalan tol bagi keberlangsungan hidupnya di dunia musik. Ketika segala sesuatu telah dipermudah seperti itu,hanya dibutuhkan niat yang kuat dan usaha maksimal untuk mencapai keberhasilan. Bukan hanya itu saja, lelaki berumur sekitar 30 an ini pun mempunyai talenta bermain musik. Informasi mengenai artis-artis ibukota yang memerlukan pengisi alunan strings untuk lagu-lagu mereka, dia peroleh melalui media internet yang memungkinkan dia untuk mengikutsertakan hasil karyanya. Tidak sedikit upah yang diperoleh jika berhasil memikat hati para biduan ibukota apabila karyanya disukai oleh mereka. Tak jarang dia diplot sebagai orang yang menambahkan nuansa string pada rekaman lagu-lagu mereka, begitu penjelasan dari Dimas. Hari demi hari dia habiskan di studio musik yang bukan miliknya itu. Merapikan, membersihkan studio sudah seperti membersihkan rumahnya sendiri. Kehidupan yang dijalani sungguh sederhana, sangat sederhana, namun penuh arti. Jika menurut pandangan sebagian orang, sukses mungkin saja diukur hanya berdasarkan berapa uang dimiliki, mobil apa yang dia kendarai, atau mungkin negeri mana saja yang telah dijelajahi. Namun ada sisi lain dari kehidupannya yang membuat dia puas dengan hidupnya saat ini. Hidupnya tidak mewah, namun juga tidak kekurangan, karena hidup berkecukupan bukan berarti berlebihan. Sungguh takjub saya dibuatnya, sepertinya benar-benar tidak ada kebosanan ataupun kejenuhan jika berbicara mengenai musik dengannya. Seakan-akan dia memang dilahirkan dari musik dan untuk musik. Musik, musik dan musik, segala sesuatu tentang hidupnya sepertinya memang selalu tentang musik. Musik sudah menjadi seperti sahabat karibnya sendiri, telinganya pun sudah benar-benar terlatih untuk mendengar nada-nada. Kesalahan nada sedikit saja dia mampu menangkapnya, layaknya anjing pelacak milik polisi yang sudah sangat terlatih dalam mengenali bau kejahatan. Senyumannya menunjukkan rasa kepuasan tersendiri setelah berhasil melakukan apa yang disukainya hingga tuntas. Terbukti dia mampu menafkahi keluarganya dari hidup dan kecintaannya akan dunia musik. Ketika ditanya sampai kapan dia akan bekerja di musik, dia hanya menjawab dengan tawa senyum. Menurutnya, musisi itu tidak pernah pensiun, selama masih suka dan mau berkarya itu berjalan terus. Musisi sama halnya dengan seorang petani di Indonesia, selama rakyat Indonesia makanan pokonya masih nasi, maka tidak ada kata pensiun baginya, sampai usia menutup mata. Kisah Dimas hanyalah segelintir cerita kehidupan anak manusia yang mengandalkan hidupnya dari musik.
Kaum muda seringkali hanya melihat kepada band-band nomor wahid yang memiliki jutaan penggemar dan banyak uang. Tanpa mereka sadari bahwa hidup dari musik bukan hanya masalah materi yang diperoleh, tetapi ada satu hal yang menjadi dasar yang paling utama. Ya, KEBEBASAN. Kebebasan untuk berekspresi, kebebasan untuk berkarya tanpa adanya batasan-batasan yang menjadi selubung dan membatasi setiap pergerakan dan terobosan yang hasilnya mungkin dapat menembus logika manusia. Musik is an Art, seni tidak dapat dibatasi, seni tidak dapat dikekang, just freedom! Kebebasan bukan berarti semaunya sendiri dan acak-acakan. Kebebasan yang benar, berkarya dengan suatu keteraturan, itulah nilai positif yang dapat dipetik. Semuanya itu tidaklah mudah, memerlukan perjuangan dan keinginan kuat untuk terus belajar, karena hidup adalah pembelajaran, ya belajar dan belajar lagi, itu adalah proses yang tidak akan pernah berhenti. Satu hal yang pasti, jangan pernah takut untuk hidup! Yakin, dan lakukan dengan serius apapun yang dirasa baik untuk dilakukan. Tidak ada satupun yang tau mengenai masa depan. Masa yang sangat jauh didepan yang masih akan terhalangi dengan kehidupan – kehidupan di masa sebelumnya. Tapi jika ada visi, pandangan yang jauh menerawang ke depan, niscaya tak ada yang mustahil. Karena hidup bukan ditentukan oleh apa kata orang lain, melainkan apa kata Tuhan untuk kehidupan kita. Lakukan saja yang menjadi bagian kita dengan sungguh-sungguh, maka semuanya itu akan menjadi suatu bonus bagi kita. Don't waste more time, make up your mind, choose your way!
Ketika masih banyak orang tua yang melarang anaknya untuk memilih langkah hidupnya dalam dunia musik, siapa yang salah? Orang tua kah? Atau justru anak itu? Bukan soal siapa yang benar atau siapa yang salah, tetapi bagaimana respon kita untuk mengerti bahwa hidup adalah pilihan. Man can plan,but let GOD do the rest.
Langganan:
Postingan (Atom)